Posted by: iefa on: May 15, 2008
Sebuah kata dapat diibaratkan sebagai sebuah pedang bagi penulis
,, karena dengan kata, dia dapat menolong atau bahkan mungkin melukai orang. Kata-kata dapat pula membuat kita bersemangat, bergembira, terharu, atau bisa saja membuat hati resah, gundah, sedih, bahkan marah. Namun, kata-kata yang tak hanya sekadar kata, itulah yang membuat kita semakin bersemangat menjalani hidup, menjadi sebuah inspirasi dalam kehidupan kita, dan dapat membuat kita menjadi lebih bijak dalam mengatasi suatu masalah, mengingatkan kita, dan hal-hal yang lain yang membuat hidup kita menjadi lebih baik. Karena dari sebuah kalimat, kehidupan seseorang bisa saja berubah.![]()
Beberapa kata-kata atau kalimat, dari sahabat dan juga dari orang lain (ketika membaca buku) yang merubah cara pandangku atau mungkin bisa juga merubah kehidupanku.![]()
![]()
Ketika aku meresahkan sesuatu yang seharusnya kupikirkan dengan tenang, seorang sahabat menyampaikan lewat sms:
“Pemanah ulung bukanlah pemanah yang sibuk meributkan betapa kecil dan jauhnya sasaran tembak, namun pemanah ulung adalah pemanah yang tenang, menguasai medan, dan membidik.”
Ketika dalam hati ini terasa sesak penuh dengan masalah yang membuat diri ingin berteriak , seorang sahabat menyampaikan :
“Ketika manusia menuliskan keluh kesahnya dengan beribu pena, berjuta halaman, niscaya takkan cukup, kecuali ia sadar akan keberadaaan hatinya. Perkaya hati dengan khusnudzon.”
Saat bertengkar dengan sahabat atau teman, ingat kata-kata yang kutemukan dalam buku curhat TJRC punya adek strata 17
:
“Tulislah setiap kesalahan sahabatmu di hamparan pasir, agar keesalahannya dan kesedihanmu cepat terhapus oleh terpaan angina. Dan ukirlah setiap kebaikan sahabatmu di bongkahan karang, agar kebaikannya dan kepuasanmu akan selalu menjadi kisah terindah.”
Ketika diri mulai berprasangka, seorang sahabat berkata:
“Cukup Allah yang mengetahui apa yang ada di dalam diri manusia, karena manusia atas manusia yang lain hanya bisa berprasangka.”
Jangan sampai melakukan kesalahan yang sama, karena seorang sahabat pernah berkata:
“Orang dikatakan bodoh jika melakukan kesalahan yang sama.”
Entah mengapa seorang sahabat mengirim sms seperti dibawah ini, namun, sms ini mengingatkan bahwa ketika meminta maaf, meminta maaflah dengan sungguh-sungguh dan dari hati, dan mengingatkan bahwa kita tak luput dari kesalahan, setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan, dan berkhusnudzon.
“Begitu mudahnya mengucap maaf,,
Begitu idahnya makna maaf,,
Begitu bermakna permintaan maaf,,
Maaf, engkau senantiasa menjadi kunci perdamaian haqiqi,,
Namun kini kau seolah tiada bermakna,,
Engkau terombang-ambing,,
Engkau dipermainkan,,
Namun kau hanya membisu…
Kusadari begitu indahnya engkau bersanding dengan tobat,
Kami tak lain hanyalah manusia lalai berbalut dosa,
Ya Allah,, Engkau Maha Pemaaf,,
Maka maafkanlah hati kamu ini yang sering berprasangka.”
Berapa usia kita? Apa yang telah kita lakukan?
Ust. Anis matta
“Setiap usia yang kita lewati seluruhnya adalah batu bata yang dipakai untuk menyusun rumah kita di akhirat nanti.”
Sebuah persahabatan…..
Unknown
“Persahabatan yang dilandasi kesucian, menghantarkanmu menjadi seorang dari mereka, meski kau batu pualam, kau akan menjelma menjadi permata.”
Hanya sedikit dari kata-kata yang ada,![]()
Mudah untuk dikatakan, namun sulit untuk dilakukan, namun tidak berarti tak perlu dilakukan,, berusaha untuk mengimplementasikannya dalam kehidupan, maka akan lebih baik. Segala sesuatu yang penting itu PROSESnya,, mengenai hasilnya itu merupakan hadiah atas sebuah perjuangan dalam menempuh proses yang kita lakukan.![]()
May 17, 2008 at 1:04 am
Wow……
OKE…..OKE……